Informasi kesehatan ibu dan anak

Kumpulan Informasi untuk kesehatan ibu dan anak

 

Belajar tidak mengompol lagi…

November8

Ma…Aku belajar agar tidak mengompol lagi….

Pada usia anak 18-24 bulan, anak sudah mulai dapat mengungkapkan apa keinginannya. Termasuk mau makan, minum. Untuk itu selain mengungkapkan keinginannya untuk makan dan minum, ajari anak untuk bisa mengungkapkan dan mengatakan apabila dia mau buang air kecil.

Adapun beberapa kebiasaan yang coba diterapkan adalah :

1. Pada saat pagi hari biasakan anak ke kamar mandi untuk pipis 2-3 jam sekali.
2. Pada saat anak mau tidur siang, ajaklah anak untuk pipis terlebih dahulu sebelum tidur, niscaya anak tidur dalam masa 2-3 jam akan tenang tanpa harus mengompol.
3. Pada sore hari juga biasakan 2-3 jam sekali ke kamar mandi untuk pipis
4. Pada saat malam hari usahakan anak minum susu jam 6 atau jam 7 sore sebelum si anak tidur. Pada saat si anak akan tidur ajaklah untuk pipis ke kamar mandi. 3 Jam setelah anak tidur bawalah ke kamar mandi untuk di pipiskan. Setelah itu anak akan tertidur dan subuh coba pipiskan anak kembali.

Hal tersebut diatas tidaklah mudah, namun bila dilakukan secara teratur maka akan berjalan dengan sendirinya. Saya sudah mencoba ke anak saya (sekarang berusia 23 bulan). Sebelumnya setiap malam anak saya pasti pakai diapers, namun anak saya sering merasa risih kalo malam tidur harus menggunakan diapers. Masa-masa sulit itu berlangsung 10-14 hari, apalagi dia harus terbangun malam karena saya pipiskan. Namun setelah itu dia menjadi merasa biasa harus dipipiskan dan setelah dipipiskan dia akan kembali tidur.

Untuk saat ini di siang hari anak saya sudah bisa mengatakan kalau dia ingin pipis…bahkan sekarang dia sudah bisa buka celana sendiri untuk pipis. Dan malam hari dia sudah tidak mengompol lagi.

Namun tidak semua anak seperti ini karena ada juga beberapa anak dilingkungan sekitar saya yang samapi dengan usia 4 tahun pun dia masih mengompol bahkan samapi dipijet sekalipun. Untuk itu jangan menyerah ya pada bunda. Ini demi kebaikan anak kita…Selamat mencoba

posted under Tips | 10 Comments »

Tips setelah pulang dari Rumah Sakit

September8

Berikut beberapa tips setelah pulang dari Rumah Sakit :

1. Pusar dikompres dengan kasa alkohol 70% sampai puput dan kering, 2 kali sehari pagi dan sore
2. Bayi dimandikan setiap hari dengan air hangat
3. Memberi minum ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Setelah diberi minum letakkan bayi di pundak dan tepuk-tepuk perlahan punggung bayi sampai anginnya keluar (burping). Selesai minum susu beri air putih masak dengan menggunakan sendok teh 10 cc supaya mulut tetap bersih.
4. Bawalah bayi untuk diperiksa secara teratur ke dokter anak ? bidan
5. Indikasi konsultasi ke dokter segera :
– Kulit bayi dengan cepat berwarna sangat kuning
– Tinja berwarna pucat
– Muntah hebat, perut kembung, buang-buang air
– Panas tinggi, kejang, malas
– Sesak nafas

posted under Bayi | No Comments »

Tip menyendawakan bayi

August28

Bila bayi telah selesai disusui sebaiknya disendawakan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam perut bayi, sehingga mencegah reflaks karena klep-klep dalam perut bayi masih dalam tahap perkembangan hingga bayi berusia 1 tahun.

Beberapa tip ataupun cara untuk menyendawakan bayi adalah :
~ Gendonglah bayi arahkan ke pundak, hati-hati jangan sampai muka dan mulut bayi tertutup oleh pundak anda. Pegang kepala bayi dengan satu tangan, tangan yang lain menepuk-nepuk pundak bayi
~ Pegang bayi dalam posisi setengah duduk di pangkuan anda. Letakkan satu tangan di punggung bayi, tangan yang lain diletakkan diantara perut dan dadanya. Tepuk-tepuk punggung bayi secara perlahan hingga dia bersendawa. Posisi ini untuk bayi usia 2 bulan keatas.
~ Letakkan bayi menelungkup diatas paha. Tepuk punggung bayi secara perlahan.
~ Bila anda ragu dengan posisi menyendawakan bayi anda saat ini, silahkan konsultasikan ke dokter untuk mengetahui posisi yang tepat untuk menyendawakan bayi anda.

Selamat mencoba bu….

posted under Bayi | No Comments »

Memilih dan Menyimpan Makanan dalam Kaleng

July18

Bagi sebagian orang makanan dalam kaleng memang memberikan pilihan yang paling mudah, apalagi jika kita tergolong dalam bagian orang-orang yang sibuk dan hampir tidak mempunyai banyak waktu untuk mengolah makanan segar. Meskipun makanan kaleng banyak macamnya kita harus tetap cermat pada waktu membeli dan menyimpannya.

Di bawah ini ada beberapa tips untuk anda agar tidak terkecoh pada saat membeli makanan kaleng dan tetap terjamin mutunya pada saat disimpan.

1. Amati dan baca secara teliti informasi mengenai produk, misalnya komposisi, penggunaan dan cara penyimpanan produk. Dan yang paling penting adalah lihat tanggal kedaluarsanya. 

2. Pastikan membeli produk dari produsen yang jelas. Jika anda ragu dengan merk produk tersebut lebih baik ambil keputusan untuk tidak membelinya.
 
3. Jangan beli makanan kaleng jika kondisi kalengnya tidak sempurna lagi. Kaleng yang penyok dapat mengakibatkan terjadinya lubang-lubang kecil yang menjadi sumber masuknya mikroba pembusuk. Kaleng yang kembung karena ada aktifitas mikroba di dalamnya. Kaleng yang bocor bisa disebabkan karena penyambungan kaleng yang kurang rapat, dan bisa dipastikan akan timbul bau yang kurang sedap dari dalam kaleng. Berkarat pada lipatan kaleng mencerminkan bahwa produk tersebut telah lama diproduksi dan disimpan dalam keadaan yang kurang baik.

4. Jika makanan tidak sekali habis jangan simpan di dalam kulkas bersama kalengnya, tetapi pindahkan isi ke wadah lain.

5. Sedapat mungkin disimpan di tempat yang kering dan sejuk atau tempat yang tidak terkena matahari secara langsung.

6. Hindarkan dari genangan air dan tempat yang memiliki kelembaban yang tinggi. 

 

posted under Tips | 20 Comments »

Petunjuk Penyimpanan Makanan

July16

1. Pilih buah dan sayur yang bermutu baik. Untuk menghindari pembusukkan, sebelum disimpan dalam lemari pendingin bersihkan terlebih dahulu sayur dan buah, lalu cuci hingga benar-benar bersih.

2. Bila tidak segera dimasak dalam 1-2 hari, simpanlah bahan makanan yang mudah rusak di dalam bagian pembekuan (freezer).

3. Cuci bersih dan potong-potong ayam atau daging seperlunya sebelum dibekukan agar menghemat ruang penyimpanan. Simpan bahan yang dibekukan dalam wadah untuk sekali masak. 

4. Simpan daging sapi atau unggas dalam lemari pendingin sebelum dimasukkan ke dalam lemari pembeku. Ini bertujuan agar udara dingin menyebar rata sampai ke dalam daging, hal ini untuk menghindari pembusukkan di bagian tengah daging.

5. Bubuhkan nama bahan dan tanggal pembekuan pada kemasan bahan makanan yang dibekukan. Ini berguna untuk mengecek kadaluarsanya. 

6. Cairkan bahan makanan beku di dalam bagian pendingin di lemari es beberapa jam sebelum dimasak. Jangan membekukan kembali bahan makanan yang sudah dicairkan kecuali sesudah dimasak.

7. Sedapat mungkin pisahkan pembekuan bahan makanan mentah dengan makanan matang. 

8. Jangan mengisi lemari pendingin terlalu penuh karena akan menyebabkan beban terlalu berat sehingga suhu yang diinginkan tidak segera tercapai.

9. Jaga suhu pendingin sekitar 4° C dan suhu pembekuan sekitar 18° C. 

10. Wadah untuk pembekuan dapat berupa kantung atau kotak plastik, kertas selofan, wadah logam. Wadah harus kedap udara agar tidak terjadi oksidasi bahan selama penyimpanan.

posted under Tips | 19 Comments »