Informasi kesehatan ibu dan anak

Kumpulan Informasi untuk kesehatan ibu dan anak

 

Bayiku 0-2 Bulan

August19

Perkembangan bayiku 0-2 Bulan

Perkembangan anak pada dasarnya berbeda-beda untuk tiap anak. Jadi ibu tidak perlu khawatir bila perkembangan si bayi tidak sama dengan bayi lainnya, asal dalam tahap usia yang sewajarnya.

Pada usia ini bayiku hanya bisa berkomunikasi dengan ibu dan ayahnya melalui tangisan. Untuk itu ibu harus cukup peka untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab menangisnya sang bayi.

Bagi beberapa ibu baru tangisan bayi pada awal-awal bulan ini merupakan beban yang cukup berat karena ibu harus benar-benar belajar dan peka arti dari tangisan bayi ini. Kadang bayi menangis bukan karena haus ataupun lapar, bayi hanya ingin dipeluk ataupun digendong.

Anakku kuat sekali minum ASI nya. Setiap 1 jam sekali dia pasti minta susu. Untuk itu setiap malam setiap jam aku harus bangun. Akhirnya aku diajarin untuk memberikan ASI sambil tiduran, hal ini cukup membantu aku agar tidak terlalu lelah namun tetap harus waspada pada posisi kita menyusui agar tidak menindih bayi.

Pada usia 2 bulan aku memberikan mainan bayi yang dapat melatih otot tangan dan kakinya. Anakku sudah mulai belajar menggenggam semakin lama semakin kuat genggamannya.

Sejak lahir aku tetap mengikuti anjuran dokter untuk memberikan bayiku imunisasi sesuai dengan jadwalnya. Aku ingin bayiku tetap sehat dan berkembang dengan baik.

posted under Bayi | 6 Comments »

Bubur Jagung

August11

Bahan:
1 buah Jagung Manis
Meses secukupnya
100 ml susu
Air matang hangat secukupnya

Cara Membuat:
1. Parut jagung manis
2. Saring, ambil airnya
3. Larutkan 100 ml susu ke dalam air hangat
4. Rebus air saringan jagung manis, kemudian tambahkan larutan susu ke dalam nya
5. Masak hingga jagung mengental
6. Sajikan di dalam wadah
7. Taburi sedikit dengan meses coklat
8. Siap untuk dihidangkan

posted under Bayi | 14 Comments »

Menjemur Bayi

August7

Kita sebagai orangtua tentu akan merasa cemas bila melihat bayi kita berwarna kuning. Ini bisa disebabkan karena sang bayi kekurangan oksigen selama dalam kandungan. Untuk mengurangi kuning pada bayi, sang ibu sering menjemur bayinya pada pagi hari.

Walaupun menjemur bayi tidak dapat mengubah bilirubin secara langsung namun menjemur bayi agar terkena sinar matahari yang mengandung vitamin D yang berguna bagi tulang.

Beberapa tip pada saat menjemur bayi adalah :
1. Kegiatan menjemur dilakukan antara pukul 07.00 – 09.00
2. Waktu menjemur antara 10-15 menit per hari nya
3. Pakaian bayi dapat dibuka seluruhnya kecuali celana dalam
3. Tidak harus tepat dibawah sinar matahari bias matahari di teras rumah pun boleh aja asal mengenai tubuh bayi
4. Bayi di bolak balik pada saat menjemur agar seluruh tubuhnya rata terkena sinar matahari
5. Lebih baik pada saat menjemur bayi diletakkan di meja agar seluruh badan bayi terkena sinar matahari

posted under Bayi | 2 Comments »

Kaldu Sapi

July28

Bahan :
Tulang sapi 1 kg
Air 1 liter
Bawang merah 1 buah, diiris halus
Bawah putih 1 siung, diiris halus
Jahe secukupnya, dimemarkan
Garam secukupnya

Cara membuat :
Semua bahan dicampur dan direbus selama 30 menit.
Angkat dan ambil kaldunya.

posted under Bayi | No Comments »

Kaldu Ikan

July28

Bahan :
Tulang Ikan 1 kg
Air 1 liter
Bawang bombay 1/2 buah, dicincang kasar
Daun seledri 1 batang, iris halus
Jahe secukupnya, dimemarkan
Garam secukupnya

Cara membuat :
Rebus semua bahan selama 30 menit. Angkat dan ambil kaldunya.

posted under Bayi | No Comments »

Kaldu Sayuran

July28

Bahan :
Tulang Ayam 1/2 kg
Air 1 liter
Wortel 1 buah diiris kasar
Bawang Bombang 1/2 buah
Seledri 1 batang
Garam secukupnya

Cara membuat :
Rebus tulang ayam dengan air sampai tersisa air kaldu kira-kira 750 ml.
Masukkan semua bahan yang lainnya dan rebus selama 15 menit.
Angkat dan saring kaldunya

posted under Bayi | No Comments »

Kaldu Kaki Ayam

July28

Bahan :

Kaki Ayam 6 buah
Air 1 liter
Daun Bawang 1 batang
Seledri 1 batang
Tomat 1 buah diiris halus
Garam secukupnya

Cara membuat :

Rebus kaki ayam dengan air, sisakan airnya kira-kira 800 ml.
Masukkan semua bahan lainnya dan rebus selama 15 menit.
Kemudian angkat dan saring, ambil kaldunya

posted under Bayi | No Comments »

Menstimulasi Anak

July22

Kapan dan bagaimana cara melakukan stimulasi dini ?

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur. 

Bayi 0 – 3 bulan
Dengan cara mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan

Umur 3 – 6 bulan
Ditambah dengan bermain ΄cilukba΄, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk. 

Umur 6 – 9 bulan
Ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan. 

Umur 9 – 12 bulan
Ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Umur 12 – 18 bulan
Ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18 – 24 bulan
Ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.

Umur 2 – 3 tahun
Ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet. 

Setelah umur 3 tahun
Selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan secara profesional di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya, namun harus dilanjutkan terus di rumah (oleh pengasuh dan keluarga).

 

 

posted under Bayi | No Comments »

Mengoptimalkan motorik anak usia 0-12 bulan

July14

 
Perkembangan motorik adalah suatu proses tumbuh kembang dan kemampuan gerak seorang anak. Secara umum, perkembangan motor dibagi menjadi dua yaitu motor kasar dan motor halus.

Motor kasar merupakan bagian dari aktivitas motor yang melibatkan keterampilan otot-otot besar, seperti tengkurep, duduk, merangkak, dan mengangkat leher. Gerakan ini terjadi pada tahun pertama usia anak.

Motor halus merupakan aktivitas keterampilan yang melibatkan gerakan otot-otot kecil. Menggambar, meronce manik-manik, menulis dan makan adalah contoh beberapa gerakan motor halus. Kemampuan motor halus ini berkembang setelah kemampuan motor kasar si kecil berkembang.

A. Usia 0-3 bulan
- Refleks Menggenggam
- Refleks Leher
- Rooting Reflex, jika pipi bayi disentuh oleh jari dia akan menoleh ke arah stimulus dan mulut terbuka.
- Refleks Moro, apabila bayi dikagetkan secara tiba-tiba, bayi akan melakukan gerakan refleks,yaitu melengkungkan badan (punggung) dan mendongakkan kepalanya ke arah belakang. Biasanya diikuti oleh tangisan yang keras. Refleks moro akan hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Rangsangan:
- Tangan dan kaki bergerak aktif
- Membaringkan bayi dalam posisi tengkurep maka bayi akan mengangkat kepalanya.
- Dalam posisi tengkurep bayi dapat mengangkat dada (3bln+)
- Panggil namanya atau bertepuk tangan sambil tersenyum padanya.

B. Usia 4-6bln
- Usia 4 bulan bayi sudah dapat tengkurep dan terlentang, menumpu badan pada kaki, serta dada terangkat  menumpu pada lengan.
- Usia 5 bulan Otot leher dan tangan bayi sudah semakin menguat. Ketika diletakkan terlentang, ia menggunakan tangannya untuk mendorong dan berguling membalikkan badannya. ia juga sering menendang, menggeserkan kaki atau mendorong-dorongkan kakinya. Otot leher dan punggung pun akan semakin kuat.
- Usia 6 bulan, bayi akan mulai senang melempar dan menjatuhkan mainan atau benda-benda yang ada disekitarnya.

Rangsangan:
- Sering meletakkan bayi dalam posisi tengkurep atau terlentang sehingga ia akan terangsang untuk membalikkan badannya.
- Menumpu pada kaki bila bila dipegang pada ketiak (diberdirikan).
- Melempar atau menjatuhkan bedna-benda yang dapat dipeganggnya.
- Bila sedang duduk sendiri tanpa pegangan, beri dia mainan plastik yang dapat digenggam, dipegang dan dijatuhkan.
- Dudukkan anak pada pangkuan dengan menghadap keluar dan bersender pada perut anda, lalu pegang mainan yang membuat dia tertarik untuk meraihnya, jauhkan si kecil sedikit demi sedikin sampai dia tidak bersandar lagi.

C. Usia 7-9bln
- Usia 7 bln, bayi mulai senang mengangkat dan menurunkan bokong serta punggungnya.
- Usia 8 bln, bayi mulai merangkak dan mengesot sepanjang lantai. Selain itu otot bahunya sudah lebih menguat, sehingga dia sudah dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Pada bulan ini juga si bayi sudah mulai dapat menarik tubuhnya ke posisi berdiri.
- Usia 9 bln, keterampilan berjalan akan lebih pintar. Jika anda memegang kedua tangannya ia akan berlatih menapakkan serta melangkahkan kedua kakinya. Seiring dengan latihan jalannya bayi juga semakin”aksi” memperlihatkan kepandaian merangkak yang sudah ditunjukkan di usianya yang ke 8

Rangsangan:
- Sering-seringlah ia diberdirikan di pangkuan Anda. Akan melatih kekuatan kakinya untuk menahan berat badannya.
- Pegang kedua pinggang bayi dan gerakkan tubuhnya ke kanan da ke kiri untuk melatihnya berdiri.
- Letakkan mainan di lantai dan mainkan mainan tersebut agar si kecil tertarik untuk mengambilnya. Si kecil akan berusaha mendapatkan bola tersebut dengan cara merangkak.
- Sering-seringlah melatih si kecil jalan denga ncara memegang kedua tangannya lalu biarkan ia melangkahkan akkinya selangkah demi selangkah dan bimbing ke suatu tempat.

D. Usia 10-12 bulan
- Di usia 10 bulan bayi sudah dapat duduk tanpa bantuan.
- Di usia 11 bulan bayi sudah dapat berdiri sendiri tanpa bantuan selama kurang lebih 2 detik.
- Di usia 12 bulan sebagian bayi sudah siap untuk jalan walau kelihatan masih limbung.

Rangsangan:
- Dudukan bayi dipermukaan lantau atau kasur, dan biarkan ia mencoba sendiri untuk berdiri atau bangkit untuk kemudian duduk sendiri. Mulai mampu memanjat ketinggian 15-30 cm.
- Dudukkan bayi dipermukaan lantai dan beri mainan yang disukainya. Ambil mainan tersebut danletakkan di tempat yang lebih tinggi. usahakan ia melihat mainan tersebut dipindahkan dan katakan “ambil nak” sambil menepuk-nepuk tempat itu. Anak akan berusaha meraih mainan tersebut dan merambat, lalu mamanjat tempat tinggi.
- Berdirilah dengan pasangan Anda dengan jarak beberapa langkah. Biarkan si anak melangkah menuju pasangan Anda dengan diikuti dibelakangnya.

 

posted under Bayi | 9 Comments »

Mempelajari tangisan bayi

July9

Ketika seorang bayi menangis, pasti ibu pasti akan menyorongkan payudaranya atau menggendongnya.
Tapi, pada saat dua hal itu sudah dilakukan, dan si kecil masih saja menangis, barulah ibu bingung.
Untuk itu ibu perlu tahu dan mempelajari arti dari tangisan bayi tersebut.

 Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Tak heran, bayi menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini. Dalam buku Your Child’s Body Language, Dr. Richard Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya.

Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara mengatasinya.

Tangisan Aku Ingin Menyusu:
Bayi akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya biasanya berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikians seterusnya. Mengatasinya, susui dia hingga kenyang. Atau, jangan-jangan sudah waktunya makan?

Tangisan Popokku Kotor:
Bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak dari rasa tidak nyaman. Tangisan pengumumam popokku kotor biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya. Mengatasinya, segera periksa popoknya. Ia barangkali memerlukan popok yang baru.

Tangisan Badan Bayi Sakit:
Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi. Jalan keluar, cobalah temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang. Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya. Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.

Tangisan Aku Bosan:
Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menagis seperti ini selama ia merasa bosan. Mengatasinya, ganti aktivitasnya. Misal, temani dia bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.

Tangisan minta gendong:
Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta wajahnya. Mengatasinya, ayunlah ia perlahan-lahan sampai akhirnya ia jatuh tertidur.

Tangisan kesepian:
Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan
terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah. Mengatasinya, luangkan waktu bersamanya paling tidak sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan anda bersamanya di sisi Anda.

Itulah beberapa ciri tangisan bayi. Kini sudah tahu rahasianya, kan? Jadi, jangan langsung nyorongkan payudara lagi, ya?

 

posted under Bayi | No Comments »
« Older EntriesNewer Entries »