Informasi kesehatan ibu dan anak

Kumpulan Informasi untuk kesehatan ibu dan anak

 

Memilih Kursus Sesuai Karakter

May16

Sebagai orangtua, kita sering berusaha untuk melengkapi anak dengan berbagai kursus-kursus untuk mengoptimalkan kemampuan, bakat dan ketrampilannya selain dari pendidikan formal yang dia ikuti selama ini. Agar kursus yang dijalaninya benar-benar optimal ada baiknya disesuaikan dengan karakter dan kepribadiannya.

PENAKUT
Cirinya : Anak tidak berani menghadapi konflik, mudah cemas, gampang menangis, kurang berusaha dan suka mengeluh.
Solusinya : Pilihlah kursus yang beresiko tinggi untuk mengatasi rasa takutnya seperti beladiri, pencinta alam, menyelam dan lain-lain.

KURANG PEKA
Cirinya : Tidak ada ekspresi, kurang empati, tidak segera mengerjakan instruksi dari orang lain. Anak yang kurang peka biasanya kurang mendapat stimulasi dari lingkungannya sehingga kurang ekspresif.
Solusinya : Pilihlah kursus yang berhubungan dengan dunia seni seperti seni tari, musik dan lain sebagainya.

PEMALU
Cirinya : Agak susah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru, pasif dalam merespon teguran sekelilingnya, jarang berbicara dan sulit bersosialisasi.
Solusinya : Pilihlah kursus yang melibatkan interaksi satu dengan yang lainnya, dengan begitu anak akan belajar menjalankan perannya bergantian dan lebih interaktif, seperti teater. Hindari kursus yang bersifat individual.

EGOIS
Cirinya : Semua dilakukan hanya mengarah kepada dirinya sendiri dan mengutamakan kepentingannya sendiri.
Solusinya : Cari kursus yang melibatkan perasaannya misalnya olahraga berkelompok seperti basket. Anak akan berusahan untuk berbagi bola karena permainan dilakukan sebagai sebuah team.

PERCAYA DIRI
Cirinya : Mudah bersosialisasi dan spontan dalam mengemukakan pendapat serta berani mencoba tantangan.
Solusinya : Anak seperti ini akan lebih mudah untuk memilih kursus apa pun sesuai dengan minatnya. Dengan kursus diharapkan anak akan lebih bertambah percaya diri dan skillnya.

AGRESIF
Cirinya : Gampang marah dan percaya diri yang terlalu berlebihan.
Solusinya : Apabila agresif ke arah fisik maka arahkan ke kursus olahraga untuk menyalurkan kekuatan fisiknya, bila agresif ke arah perasaannya maka pilihlah kursus kesenian yang dapat mengasah perasaannya.

Dalam memilih dan mengikuti kursus tidak semua langsung berjalan lancar dan mulus. Apabila semangat anak yang awalnya tinggi kemudian menurun maka ajaklah anak untuk berdiskusi untuk menentukan langkah selanjutnya agar anak juga dapat merasa nyaman menjalani kursus tersebut sehingga hasilnya bisa mengoptimalkan kemampuan dan bakat si anak.

Permainan kreatif untuk anak (6 – 12 bulan)

December14

USIA 6-12 BULAN

Diusia 6-12 bulan, tahap perkembangan motorik kasar pada anak yang ditandai dengan kemampuan untuk duduk, merangkak, berdiri dan mulai untuk berjalan.

Sedangkan untuk motorik halusnya ditandai dengan kemampuan anak untuk meraih, memegang dan menggenggam. Disamping itu kemampuan kognitifnya pun semakin berkembang dengan ia mulai tertarik untuk mengenali dirinya dan lingkungan sekitarnya.Untuk meningkatkan dan mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan tersebut maka kita dapat menstimulasi nya dengan permainan-permainan yang disesuaikan dengan usianya.

Adapun permainan yang dapat anda coba di usia ini adalah :

1. RAIH GENGGAM
Anak sangat senang dengan mainan yang berwarna-warna cerah, untuk melatih otot-otot nya dan kemampuannya untuk meraih dan menggenggam, dekatkan mainan tersebut ke anak sehingga ia tertarik untuk meraih dan mengambilnya. Permainan ini juga dapat diberikan pada saat anak belajar merangkak.

2. KAPAL TERBANG
Pada usia ini, bayi dapat anda telungkupkan dia tangan anda dan ayun dia perlahan seolah-olah dia sedang naik kapal terbang. Gerakan ini tentu akan membuatnya senang dan tertawa riang. Permainan ini untuk menguatkan otot punggung dan leher.

3. CI LUK BA
Permainan Ci Luk Ba ini sangat sederhana namun sangat disukai anak-anak. Dia akan mencari wajah anda pada saat anda tutup muka anda dengan tangan dan akan tertawa pada saat anda membuka tangan untuk membuka wajah anda.

4. BERENANG
Di usia 6 bulan anak-anak sudah bisa diajak berenang, untuk itu persiapkan ban renang (yang dilingkarkan di leher anak), bola renang. Ajak anak untuk menggerak-gerakkan kaki dan tangannya dia air.

5. SUSUN BALOK

6. BERMAIN DENGAN MAINAN
Untuk permainan yang menggunakan mainan seperti bola ataupun boneka sebaiknya perhatikan beberapa hal :
- Pilihlah dengan warna terang sehingga dia tertarik untuk memainkannya.
- Ukurannya jangan terlalu kecil karena dapat tertelan oleh si anak karena diusia ini dia belum dapat membedakan mana mainan dan mana makanan
- Pilih mainan yang dapat digigit tanpa membahayakannya.

Masih banyak permainan lain yang dapat dilakukan agar si kecil senang dan melatih motoriknya. Selamat mencoba mom..