Informasi kesehatan ibu dan anak

Kumpulan Informasi untuk kesehatan ibu dan anak

 

Manfaat Latihan Bela Diri Untuk Anak

September12

Anak ikut berlatih bela diri? Tidak masalah. Justru anak akan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatannya itu. Berikut manfaat berlatih bela diri bagi anak seperti yang dituturkan Ester Lianawati, Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kridawacana Jakarta:


1. Motorik lebih kuat.

Gerakan memukul, menendang, merunduk, melompat, menghindar, berputar, berlatih keseimbangan, dan lainnya kerap diterapkan saat berlatih bela diri. Belum lagi dengan gerakan-gerakan pemanasan atau gerakan untuk menguatkan otot-otot, seperti berlari, sit up, push up, berjalan jongkok, dan lainnya. Semua gerakan tersebut melatih motorik anak menjadi lebih kuat, cekatan, cepat dan tangkas.

2. Lebih bugar dan sehat.

Tubuh yang secara teratur diajak berolahraga secara otomatis akan meningkatkan kebugarannya, karena otot-otot terlatih untuk bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah keseleo atau terkilir. Dengan begitu, sistem metabolisme tubuhpun bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Jadi, tubuhnya akan kembali sehat.

3. Melatih keberanian.
Anak harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, berani mempertahankan haknya, dan sebagainya. Pasalnya berlatih beladiri bukan saja melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya. Sebelum atau setelah latihan, para pelatih biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di luar tempat latihan, menotivasi mereka untuk berlaku benar sebagai wujud dari sikap ksatria.

4. Melepas energi negatif.
Pada dasarnya anak memiliki energi negatif. Mungkin karena ia menyimpan kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan lainnya. Energi negatif ini perlu penyaluran yang tepat. Nah, berlatih bela diri adalah salah satu cara mengeluarkan energi negatifnya dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil.

5. Meningkatkan kedisiplinan dan komitmen
Setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing. Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya. Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak. Tak mustahil anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya.

6. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
Di tempat latihan bela diri anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang: ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Beberapa anak mungkin malu-malu, tugas kita lah membangun keberaniannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik.

 

Sumber : (Kompas.com, Tabloid Nakita/Irfan Hasuki)

Kegiatan Bersama Si Kecil

September5

Sebagai orangtua yang bekerja dan yang mempunyai banyak kegiatan, membuat waktu kita terbatas untuk bersama dengan anak-anak. Namun sebagai orangtua, kita harus dapat memaksimalkan waktu bersama dengan mereka sehingga kebersamaan itu menjadi berkualitas dan dapat membangun hubungan yang baik antar orangtua dan anak.

Membangun waktu berkualitas tidaklah sulit namun perlu komitmen, cermat dan kreatif. Beberapa kegiatan yang dapat dicoba untuk menghabiskan waktu bersama mereka adalah :

  • Olahraga Bersama
    Anak-anak sangat menyukai kegiatan di udara terbuka. Ajaklah mereka jalan pagi, berenang atau bersepada. Selain seru kegiatan tersebut menyehatkan keluarga.
  • Perjalanan Keluar Kota
    Ambil waktu untuk cuti 1-2 hari. Ajaklah mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang menambah wawasan dan keberanian mereka misalnya kegiatan outbound ataupun kegiatan yang mendekatkan mereka kepada alam.
  • Berkebun
    Berkebun baik bagi anak untuk dapat belajar tentang pengetahuan alam. Jangan takut kotor! Mereka pasti sangat menyukai nya.
  • Membaca Buku Cerita
    Sempatkan membaca buku cerita yang disukai anak-anak misalnya 2-3 kali seminggu.
  • Ngobrol Bersama
    Ajak anak untuk berdiskusi tentang apa saja yang mereka sukai. Hal ini dapat melatih mereka untuk mengutarakan pendapat dan orangtua dapat mengenal mereka lebih dekat.

Dalam setiap kegiatan upayakan benar-benar menjadi waktu kebersamaan dengan anak sehingga berkuliatas. Selamat Mencoba.

Memilih Kursus Sesuai Karakter

May16

Sebagai orangtua, kita sering berusaha untuk melengkapi anak dengan berbagai kursus-kursus untuk mengoptimalkan kemampuan, bakat dan ketrampilannya selain dari pendidikan formal yang dia ikuti selama ini. Agar kursus yang dijalaninya benar-benar optimal ada baiknya disesuaikan dengan karakter dan kepribadiannya.

PENAKUT
Cirinya : Anak tidak berani menghadapi konflik, mudah cemas, gampang menangis, kurang berusaha dan suka mengeluh.
Solusinya : Pilihlah kursus yang beresiko tinggi untuk mengatasi rasa takutnya seperti beladiri, pencinta alam, menyelam dan lain-lain.

KURANG PEKA
Cirinya : Tidak ada ekspresi, kurang empati, tidak segera mengerjakan instruksi dari orang lain. Anak yang kurang peka biasanya kurang mendapat stimulasi dari lingkungannya sehingga kurang ekspresif.
Solusinya : Pilihlah kursus yang berhubungan dengan dunia seni seperti seni tari, musik dan lain sebagainya.

PEMALU
Cirinya : Agak susah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru, pasif dalam merespon teguran sekelilingnya, jarang berbicara dan sulit bersosialisasi.
Solusinya : Pilihlah kursus yang melibatkan interaksi satu dengan yang lainnya, dengan begitu anak akan belajar menjalankan perannya bergantian dan lebih interaktif, seperti teater. Hindari kursus yang bersifat individual.

EGOIS
Cirinya : Semua dilakukan hanya mengarah kepada dirinya sendiri dan mengutamakan kepentingannya sendiri.
Solusinya : Cari kursus yang melibatkan perasaannya misalnya olahraga berkelompok seperti basket. Anak akan berusahan untuk berbagi bola karena permainan dilakukan sebagai sebuah team.

PERCAYA DIRI
Cirinya : Mudah bersosialisasi dan spontan dalam mengemukakan pendapat serta berani mencoba tantangan.
Solusinya : Anak seperti ini akan lebih mudah untuk memilih kursus apa pun sesuai dengan minatnya. Dengan kursus diharapkan anak akan lebih bertambah percaya diri dan skillnya.

AGRESIF
Cirinya : Gampang marah dan percaya diri yang terlalu berlebihan.
Solusinya : Apabila agresif ke arah fisik maka arahkan ke kursus olahraga untuk menyalurkan kekuatan fisiknya, bila agresif ke arah perasaannya maka pilihlah kursus kesenian yang dapat mengasah perasaannya.

Dalam memilih dan mengikuti kursus tidak semua langsung berjalan lancar dan mulus. Apabila semangat anak yang awalnya tinggi kemudian menurun maka ajaklah anak untuk berdiskusi untuk menentukan langkah selanjutnya agar anak juga dapat merasa nyaman menjalani kursus tersebut sehingga hasilnya bisa mengoptimalkan kemampuan dan bakat si anak.

Permainan kreatif untuk anak (6 – 12 bulan)

December14

USIA 6-12 BULAN

Diusia 6-12 bulan, tahap perkembangan motorik kasar pada anak yang ditandai dengan kemampuan untuk duduk, merangkak, berdiri dan mulai untuk berjalan.

Sedangkan untuk motorik halusnya ditandai dengan kemampuan anak untuk meraih, memegang dan menggenggam. Disamping itu kemampuan kognitifnya pun semakin berkembang dengan ia mulai tertarik untuk mengenali dirinya dan lingkungan sekitarnya.Untuk meningkatkan dan mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan tersebut maka kita dapat menstimulasi nya dengan permainan-permainan yang disesuaikan dengan usianya.

Adapun permainan yang dapat anda coba di usia ini adalah :

1. RAIH GENGGAM
Anak sangat senang dengan mainan yang berwarna-warna cerah, untuk melatih otot-otot nya dan kemampuannya untuk meraih dan menggenggam, dekatkan mainan tersebut ke anak sehingga ia tertarik untuk meraih dan mengambilnya. Permainan ini juga dapat diberikan pada saat anak belajar merangkak.

2. KAPAL TERBANG
Pada usia ini, bayi dapat anda telungkupkan dia tangan anda dan ayun dia perlahan seolah-olah dia sedang naik kapal terbang. Gerakan ini tentu akan membuatnya senang dan tertawa riang. Permainan ini untuk menguatkan otot punggung dan leher.

3. CI LUK BA
Permainan Ci Luk Ba ini sangat sederhana namun sangat disukai anak-anak. Dia akan mencari wajah anda pada saat anda tutup muka anda dengan tangan dan akan tertawa pada saat anda membuka tangan untuk membuka wajah anda.

4. BERENANG
Di usia 6 bulan anak-anak sudah bisa diajak berenang, untuk itu persiapkan ban renang (yang dilingkarkan di leher anak), bola renang. Ajak anak untuk menggerak-gerakkan kaki dan tangannya dia air.

5. SUSUN BALOK

6. BERMAIN DENGAN MAINAN
Untuk permainan yang menggunakan mainan seperti bola ataupun boneka sebaiknya perhatikan beberapa hal :
– Pilihlah dengan warna terang sehingga dia tertarik untuk memainkannya.
– Ukurannya jangan terlalu kecil karena dapat tertelan oleh si anak karena diusia ini dia belum dapat membedakan mana mainan dan mana makanan
– Pilih mainan yang dapat digigit tanpa membahayakannya.

Masih banyak permainan lain yang dapat dilakukan agar si kecil senang dan melatih motoriknya. Selamat mencoba mom..