Informasi kesehatan ibu dan anak

Kumpulan Informasi untuk kesehatan ibu dan anak

 

Atasi Anak Tantrum

June2

 

anak tantrum1
Ketika anak menangis, menjerit-jerit dan berguling-guling di lantai berusaha agar permintaannya dituruti, apa yang harus dilakukan orang tua? Anak yang menangis di usia 0-12 bulan adalah pertanda bahwa si kecil sedang dalam keadaan tidak nyaman. Dengan bertambahnya usia, anak mengalami fase Temper Tantrum dalam perkembangan emosionalnya.

Temper Tantrum atau yang biasa disebut Tantrum adalah ledakan kemarahan yang terjadi tiba-tiba dan tidak terkontrol. Tantrum sering terjadi pada anak usia 1-4 tahun, namun tidak menutup kemungkinan bias dialami anak usia 4 tahun ke atas bahkan dewasa (artikel Dealing with Temper Tantrum in Toddlers and Children).
Tantrum terjadi sebagai tanda bahwa anak belum sanggup kecewa,.ekspresi kecewanya masih cenderung membahayakan diri sendiri sehingga , orang lain dan lingkungan.

Jika orang tua membiarkan tantrum berkuasa dengan memperbolehkan anak mendapatkan segala yang ia inginkan setelah ia tantrum, maka secara tidak langsung orang tua telah mendukung anak untuk menjadikan hal itu sebagai suatu kebiasaan dan akan berdampak negative bagi perkebangan anak selanjutnya.

Pemicu Tantrum
Adapun tantrum pada anak juga bias dipicu oleh hal-hal sebagai berikut :
– Ketidakmampuan anak mengungkapkan maksud hati, dikarenakan keterbatasan bahasa sehingga banyak orangtua tidak mengerti keinginan anak.
– Tidak terpenuhinya kebutuhan anak
– Pola asuh yang tidak konsisten sehingga menyebabkan kebingungan pada anak.
– Kelelahan, aktivitas yang padat dan sedikit waktu bermain membuat anak cepat marah dan emosi.

Untuk menghindari anak agar tidak terjadi tantrum :
1. Kenali kebiasaan anak dan ketahui secara pasti kondisi seperti apa muncul tantrum pada anak.
2. Coba alihkan perhatiannya pada saat anak akan mengalami tantrum

 

anak tantrum2

Tips ketika Tantrum terjadi :
1. Orangtua harus tetap tenang dan menjaga emosi agar tidak terpancing oleh perilaku tantrum anak.
2. Tidak menghiraukan anak yang sedang tantrum sampai anak lebih tenang.
3. Sebaiknya tidak membujuk, memberi nasihat, tidak memarahi dan jangan sampai memukul, karena jika tantrum dihentikan dengan cara diatas maka tantrum pada anak justru akan semakin menjadi.
4. Jangan menyerah pada kemarahan anak. Ketika orangtua menyerah dan memberikan apa yang diinginkannya maka sama saja orangtua membiasakan anak untuk berperilaku tantrum.
5. Jangan membiasakan untuk memberikan imbalan ketika meminta anak untuk menghentikan kemarahannya.
6. Tetaplah berada di dekat anak ketika tantrum terjadi, Hal ini agar membuat anak merasa bahwa ia aman dan orangtua tidak menolak keberadaannya.
Mulailah mengenalkan anak cara melepas emosi dengan ekspresi yang dapat diterima oleh dirinya dan lingkungannya.

posted under Perilaku Anak

Email will not be published

Website example

Your Comment: