Informasi kesehatan ibu dan anak

Kumpulan Informasi untuk kesehatan ibu dan anak

Menstimulasi Anak

July22

Kapan dan bagaimana cara melakukan stimulasi dini ?

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur. 

Bayi 0 - 3 bulan
Dengan cara mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan

Umur 3 - 6 bulan
Ditambah dengan bermain ΄cilukba΄, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk. 

Umur 6 - 9 bulan
Ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan. 

Umur 9 - 12 bulan
Ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Umur 12 - 18 bulan
Ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18 - 24 bulan
Ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana - baju, bermain melempar bola, melompat.

Umur 2 - 3 tahun
Ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet. 

Setelah umur 3 tahun
Selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan secara profesional di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya, namun harus dilanjutkan terus di rumah (oleh pengasuh dan keluarga).

 

 

posted under Bayi | No Comments »

Dokter Kandungan Perempuan

July22

List Dokter Kandungan Perempuan :

1 Dr Puji Ichtiarti RS Hermina Bekasi Barat dan RS Hermina Jatinegara
2 Dr Santi (Marlisanti) RS JMC Buncit Raya
3 Dr Husna RS OMC Pulomas
4 Dr Ramayanti RSIA Putra Dalima , BSD Serpong
5 Dr Hasna, Dr. RS harapan kita.
6 Dr Yenny Julizir Rs.Anna Bekasi
7 Dr. Lita Lilik RS Mitra International jatinegara
8 Dr Dwiyana Ocviayanti (Ocvi) RS Permata Cibubur
9 Dr. Sri Lestari Praktek di RS International Bintaro dan RS Fatmawati.
10 Dr. Rudiyanti RS International Bintaro.
11 Dr. Lina Meilina Pujiastuti SpOG RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
12 Dr. Jenny Anggraeni RSIA Hermina Bekasi
13 Dr. Nina Martini Somad RSIA Hermina Bekasi
14 Dr. Wenny Ningsih RS.Honoris Tangerang (Perum Tmn modern Tangerang, dkt Metropolitan Town Square)
15 Hj. Lina Meilina Spog RS Mitra keluarga Bekasi Barat
17 Dr. Lucky Syafitri RSIA Eva Sari di Jl Rawa Mangun (Pramuka) Jak Pus dan RS Thamrin JakPus
18 Dr. Suharyanti, Spog Praktek di RS. MMC dan RS Hermina Jatinegara
19 Dr. Mutia Prayanti RS Hermina Depok
20 Dr. Nelwati RS Hermina Depok
21 Dr. Tazkiroh “RS ISLAM JAKARTA Jl. Cempaka putih Tengah I/1 Jakarta Pusat Telp. (021) 4250451 - 42801567 (hunting) Fax. (021) 4206681
22 Dr. Suharni Kahar, SpOG
23 Dr. Isnariani, SpOG
24 DR Hasnah Siregar RSIA Hermina Jatinegara
25 Dr. Roslina Spog RSIA Trimitra Cibinong Jalan Raya Bogor, 1km selatan dari Matahari Cibinong
26 Dr. SUSAN MELINDA RSB.Limijati Bandung Jl RE Martadinata atau di Melinda Hospital Bandung Jl Pajajaran
27 Dr. Sofie Kimia Farma Jl Juanda Bandung
28 dr Dewi S Gaduh Hermina
29 dr. Laila Nurana SPOG Medistra dan Bunda
30 www.pdpersi.co.id Pusat Data dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia
31 Dr. Nana Agustina RS Bersalin Siaga Dua, Pejaten Barat
32 Dr. Zanibar Aldy RS Malahayati Medan
33 dr. Ida Farida, SpOG RS Kramat 128 Jakpus dan RS Satyanegara, Sunter

 

posted under Kehamilan | No Comments »

Pertumbuhan Janin - Fase Kehamilan

July22

 
Mengetahui bahwa Anda mengandung tentulah sangat menggembirakan. Selama 9 bulan ke depan, Anda akan menjalani ‘kehidupan baru’ yang sangat menarik. Apa saja yang terjadi di dalam rahim Anda selama itu? Bagaimana proses pertumbuhan janin Anda dalam tiap fase? Panduan pertumbuhan janin berikut ini akan membantu persiapan Anda menyambut si kecil hadir dalam kehidupan Anda.

0-4 Minggu

 Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.

4-8 Minggu


Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan

8-12 Minggu


Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.

12-16 Minggu


Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.

16-20 Minggu


Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.

20-24 Minggu


Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.

24-28 Minggu


Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai
aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.

28-32 Minggu


Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

36 Minggu


Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.

posted under Kehamilan | 29 Comments »

Mastitis - Pembengkakan Payudara

July19

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan utama untuk bayi hingga usia empat bulan, bahkan jika masih memungkinkan dapat diteruskan pemberiannya. Agar dapat menyusui dengan baik dan lancar, sebagai ibu harus menjaga kesehatan diri termasuk di antaranya kebersihan payudara.

Kadang-kadang, pada minggu pertama setelah melahirkan, payudara ibu akan terasa bengkak. Karena adanya sumbatan pada saluran ASI. Bila hal tersebut dibiarkan, lama-lama akan terjadi infeksi dan menyebabkan peradangan pada payudara, yang disebut mastitis. Yakni peradangan yang terjadi pada payudara. Bisa terjadi pada satu atau kedua payudara sekaligus.

Penyebabnya pasti dari mastitis belum diketahui, namun, biasanya dari bakteri jenis staphylococcus aureus. Umumnya, terjadi pada minggu ke 2-7 setelah persalinan atau lebih awal atau malah lebih lama dari itu. Meskipun demikian, mastitis dapat juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui ataupun hamil. Bakteri biasanya masuk melalui puting susu yang pecah-pecah atau terluka.

GEJALANYA
Gejala mastitis hampir sama dengan payudara yang membengkak karena sumbatan saluran ASI. Pada mastitis, payudara terasa nyeri, teraba keras, dan tampak memerah. Permukaan kulit dari payudara yang terkena infeksi juga tampak seperti pecah-pecah, dan badan terasa demam seperti hendak flu. Bila karena sumbatan tanpa infeksi, biasanya dbadan tidak terasa nyeri dan tidak demam. Pada payudara juga tidak teraba bagian yang keras dan nyeri, serta merah.
Namun terkadang kedua hal tersebut sulit untuk dibedakan. Gampangnya, bila terjadinya sumbatan pada saluran ASI, namun tidak terasa nyeri pada payudara, dan permukaan kulit tidak pecah-pecah maka hal itu bukan mastitis. Bila terasa sakit pada payudara namun tidak disertai adanya bagian payudara yang mengeras, maka hal tersebut juga bukan mastitis.

FAKTOR PREDISPOSISI
Mengapa tidak semua wanita dapat terkena mastitis? Memang, banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita masalah itu. Di antaranya adalah daya tahan tubuh seorang wanita, apalagi setelah melahirkan, biasanya masih terasa lelah. Hal itu akan memyebabkan daya tahan seseorang menurun sehingga menjadi mudah sakit.
Selain itu, bila ibu tidak teratur untuk memyusui pada bayinya, sehingga payudara menjadi penuh, maka dapat mempermudah terjadinya mastitis. Jika seseorang sudah pernah menderita itu, maka tidak  menutup kemungkinan akan lebih mudah terkena lagi.

PENGOBATAN
Karena sebagian besar mastitis disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang tepat dengan pemberian antibiotika. Mintalah pada dokter antibiotika yang baik dan aman untuk ibu sedang menyusui. Selain itu, bila badan terasa panas, ibu dapat meminum obat turun panas. Kemudian. untuk bagian payudara yang terasa keras dan nyeri, dapat dikompres dengan menggunakan air dingin untuk mengurangi rasa nyeri.
Bila tidak tahan nyeri, dapat meminum obat penghilang rasa sakit. Istirahat yang cukup amat diperlukan untuk mengembalikan kondisi tubuh menjadi sehat kembali, disamping itu makan dan minum yang bergizi, minum banyak air putih juga akan membantu menurunkan demam. Biasanya rasa demam dan nyeri itu akan hilang dalam dua atau tiga hari dan Anda akan mampu beraktivitas seperti semula.

PENCEGAHAN
Sebenarnya untuk mencegah terjadinya mastitis sama halnya dengan melakukan pengcegahan terhadap penyakit lain. Para ibu diharapkan untuk istirahat yang cukup. Secara teratur menyusui bayinya, setiap dua atau tiga jam sekali sesuai ritme perut bayi, akan dapat mencegah payudara bengkak dari infeksi.
Usahakan jangan pernah menunda atau melewatkan waktu menyusui. Gunakan BH yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Selalu menjaga kebersihan payudara dengan cara membersihkan dengan kapas dan air hangat.  

 

posted under Kesehatan | 3 Comments »

Memilih dan Menyimpan Makanan dalam Kaleng

July18

Bagi sebagian orang makanan dalam kaleng memang memberikan pilihan yang paling mudah, apalagi jika kita tergolong dalam bagian orang-orang yang sibuk dan hampir tidak mempunyai banyak waktu untuk mengolah makanan segar. Meskipun makanan kaleng banyak macamnya kita harus tetap cermat pada waktu membeli dan menyimpannya.

Di bawah ini ada beberapa tips untuk anda agar tidak terkecoh pada saat membeli makanan kaleng dan tetap terjamin mutunya pada saat disimpan.

1. Amati dan baca secara teliti informasi mengenai produk, misalnya komposisi, penggunaan dan cara penyimpanan produk. Dan yang paling penting adalah lihat tanggal kedaluarsanya. 

2. Pastikan membeli produk dari produsen yang jelas. Jika anda ragu dengan merk produk tersebut lebih baik ambil keputusan untuk tidak membelinya.
 
3. Jangan beli makanan kaleng jika kondisi kalengnya tidak sempurna lagi. Kaleng yang penyok dapat mengakibatkan terjadinya lubang-lubang kecil yang menjadi sumber masuknya mikroba pembusuk. Kaleng yang kembung karena ada aktifitas mikroba di dalamnya. Kaleng yang bocor bisa disebabkan karena penyambungan kaleng yang kurang rapat, dan bisa dipastikan akan timbul bau yang kurang sedap dari dalam kaleng. Berkarat pada lipatan kaleng mencerminkan bahwa produk tersebut telah lama diproduksi dan disimpan dalam keadaan yang kurang baik.

4. Jika makanan tidak sekali habis jangan simpan di dalam kulkas bersama kalengnya, tetapi pindahkan isi ke wadah lain.

5. Sedapat mungkin disimpan di tempat yang kering dan sejuk atau tempat yang tidak terkena matahari secara langsung.

6. Hindarkan dari genangan air dan tempat yang memiliki kelembaban yang tinggi. 

 

posted under Tips | No Comments »

Petunjuk Penyimpanan Makanan

July16

1. Pilih buah dan sayur yang bermutu baik. Untuk menghindari pembusukkan, sebelum disimpan dalam lemari pendingin bersihkan terlebih dahulu sayur dan buah, lalu cuci hingga benar-benar bersih.

2. Bila tidak segera dimasak dalam 1-2 hari, simpanlah bahan makanan yang mudah rusak di dalam bagian pembekuan (freezer).

3. Cuci bersih dan potong-potong ayam atau daging seperlunya sebelum dibekukan agar menghemat ruang penyimpanan. Simpan bahan yang dibekukan dalam wadah untuk sekali masak. 

4. Simpan daging sapi atau unggas dalam lemari pendingin sebelum dimasukkan ke dalam lemari pembeku. Ini bertujuan agar udara dingin menyebar rata sampai ke dalam daging, hal ini untuk menghindari pembusukkan di bagian tengah daging.

5. Bubuhkan nama bahan dan tanggal pembekuan pada kemasan bahan makanan yang dibekukan. Ini berguna untuk mengecek kadaluarsanya. 

6. Cairkan bahan makanan beku di dalam bagian pendingin di lemari es beberapa jam sebelum dimasak. Jangan membekukan kembali bahan makanan yang sudah dicairkan kecuali sesudah dimasak.

7. Sedapat mungkin pisahkan pembekuan bahan makanan mentah dengan makanan matang. 

8. Jangan mengisi lemari pendingin terlalu penuh karena akan menyebabkan beban terlalu berat sehingga suhu yang diinginkan tidak segera tercapai.

9. Jaga suhu pendingin sekitar 4° C dan suhu pembekuan sekitar 18° C. 

10. Wadah untuk pembekuan dapat berupa kantung atau kotak plastik, kertas selofan, wadah logam. Wadah harus kedap udara agar tidak terjadi oksidasi bahan selama penyimpanan.

posted under Tips | No Comments »

Penyiksaan dan Pengabaian Terhadap Anak

July16

 
Oleh Jacinta F. Rini, MSi.
Team e-psikologi
  
Penyiksaan Terhadap Anak  

Semua orang tua pasti sekali waktu merasa marah terhadap anaknya. Mengatasi perilaku anak memang bukan perkara mudah. Hanya dengan bilang “tidak” saja belum tentu dapat meredam sikap yang menjengkelkan tersebut. Dalam menghadapi sikap dan perilaku anak yang menyulitkan tersebut banyak orang tua yang lepas kendali sehingga mengatakan atau melakukan sesuatu yang membahayakan anak sehingga kemudian mereka sesali. Jika situasi ini sering berulang, hal ini yang dikatakan sebagai penyiksaan anak, baik secara fisik maupun mental. Beberapa kriteria yang termasuk perilaku menyiksa seperti :
• Menghukum anak secara berlebihan
• Memukul
• Menyulut dengan ujung rokok, membakar, menampar, membanting
• Terus menerus mengkritik, mengancam, atau menunjukkan sikap penolakan terhadap anak
• Pelecehan seksual
• Menyerang anak secara agresif
• Mengabaikan anak; tidak memperhatikan kebutuhan makan, bermain, kasih sayang dan memberikan rasa aman yang memadai

Menurut pendapat Vander Zanden (1989), perilaku menyiksa dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penyerangan secara fisik atau melukai anak; dan perbuatan ini dilakukan justru oleh pengasuhnya (orang tua atau pengasuh non-keluarga). Menurut data penelitian diungkapkan bahwa penyiksaan secara fisik banyak dialami oleh anak-anak sejak masa bayi, dan berlanjut hingga masa kanak-kanak sampai remaja.
Lain lagi pendapat para psikiater yang terhimpun dalam Himpunan Masyarakat Pencegah Kekerasan Pada Anak di Inggris (1999). Mereka berpendapat, bahwa pengabaian terhadap anak juga merupakan sikap penyiksaan namun lebih bersifat pasif. Efek dari penyiksaan maupun pengabaian terhadap anak sama-sama mendatangkan akibat yang buruk. Untuk mengetahui lebih jelas apa dan sejauh mana dampak dari sikap orang tua yang demikian, Anda dapat melihat pada artikel kami tentang dampak penyiksaan dan pengabaian orangtua terhadap anak.

Pengabaian Terhadap Anak
Penyiksaan terhadap anak tidak terbatas pada perilaku agresif seperti memukul, membentak-bentak, menghukum secara fisik dan sebagainya, namun sikap orang tua yang mengabaikan anak-anaknya juga tergolong bentuk penyiksaan secara pasif. Pengabaian dapat diartikan sebagai ketiadaan perhatian baik sosial, emosional dan fisik yang memadai, yang sudah selayaknya diterima oleh sang anak. Pengabaian ini dapat berbentuk :
• Kurang  memberikan perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan anak
• Tidak memperhatikan kebutuhan makan, bermain, rasa aman, kesehatan, perlindungan (rumah) dan pendidikan
• Mengacuhkan anak, tidak mengajak bicara
• Membeda-bedakan kasih sayang dan perhatian antara anak-anaknya
• Dipisahkan dari orang tua, jika tidak ada pengganti yang stabil dan memuaskan (jr)

 

posted under Artikel | 1 Comment »

Bulan-7

July15

Kondisi ibu memasuki kehamilan bulan-7:
Sudah saatnya untuk anda untuk mencari kelas-kelas untuk senam kehamilan. Kelas kehamilan ini diperlukan oleh anda untuk mempermudah dan membantu anda mempersiapkan diri untuk persalinan terutama bagi anda yang sedang mengalami kehamilan yang pertama kali. Selain anda, suami anda pun dapat memperoleh informasi mengenai proses melahirkan, ataupun pengetahuan mengenai hal-hal yang mungkin terjadi pada saat melahirkan. Pada umumnya kelas senam kehamilan hampir serupa dan menawarkan pilihan-pilihan yang serupa. Pemilihan tempat senam kehamilan sebaiknya berdasarkan pertimbangan antara lain jumlah dari peserta yaitu tidak terlalu banyak peserta karena akan mengakibatkan kurang efektifnya pertukaran informasi, rekomendasi dari dokter atau bidan anda.

Seiring dengan semakin membesarnya perut anda mungkin anda mulai merasakan sakit pada bagian punggung. Sakit ini bisa berupa pegal-pegal. Hal ini dikarenakan dengan membesarnya perut anda maka secara refleksi menyebabkan pundak anda kearah belakang untuk menahan beban depan tubuh anda dan bertumpu pada bagian belakang tubuh anda.

Untuk mengurangi keluhan sakit pada bagian punggung maka disarankan untuk mengurangi penggunaan sepatu dengan hak tinggi, tetap memperhatikan peningkatan berat badan sesuai standard karena kalau berat badan bertambah secara berlebihan maka akan menyebabkan semakin berat beban punggung anda, memperhatikan posisi tubuh yang baik dengan menegakan tubuh anda selain itu anda juga harus memperhatikan sikap apabila anda akan mengambil barang hindari membungkuk. Hindari berdiri, duduk dan berjalan dengan waktu yang lama.

Anda harus sedikit berhati-hati dengan semakin meningkatnya tekanan darah anda. Apabila tekanan darah yang meningkat ini disebut dengan preeklamsia, hal ini harus diwaspadai karena dapat berakibat fatal terhadap bayi dan anda. Anda harus berhati-hati apabila anda mengalami pandangan mata yang kabur, berkeringat pada tangan dan wajah, meningkatnya berat badan secara tiba-tiba tanpa adanya peningkatan jumlah makanan, tiba-tiba anda merasa pusing tanpa sebab. Sebaiknya hubungi dokter atau bidan untuk tindakan selanjutnya.

Sebaiknya semenjak awal kehamilan anda tidak melewatkan pertemuan dengan dokter anda, karena dari pertemuan dari dokter itulah tekanan darah anda dapat terdeteksi. Ada 2 kemungkinan yang mungkin dapat anda lakukan apabila memang anda memiliki tekanan darah tinggi, yang pertama adalah untuk beristirahat di rumah lebih banyak atau anda akan beristirahat di rumah sakit dengan pengawasan yang ketat dari bayi anda.

Anda mungkin akan merasakan kalau pada kenaikan berat badan di kehamilan trisemester merupakan kenaikan berat badan terbanyak dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Hal ini menunjukan pertumbuhan yang baik karena menujukan bahwa bayi anda pun mengalami perkembangan dan kenaikan yang tepat. Peningkatan berat badan ini tidak akan membuat anda terlihat gendut karena kanaikan berat badan ini di distribusikan antara lain untuk bayi anda dan placenta, dan juga ke cairan ketuban bagi bayi anda, dan juga ke payudara anda. Jadi anda tidak perlu khawatir kalo anda tidak terlihat sexy. Justru wanita hamil terlihat lebih sexy.

Walaupun berat badan anda akan meningkat banyak pada trisemester ketiga bukan berarti anda dapat memanjakan diri dengan makan yang banyak dengan beranggapan bahwa memang trisemester ketigalah yang membuat anda semakin besar. Anda tetap harus memperhatikan pola makan sehat anda agar kenaikan berat badan anda dalam batas yang normal dan tidak berlebihan. Selain itu juga tetaplah menjaga stamina dengan berolah raga.

Pembentukan organ bayi :

Tulang bayi anda di minggu ini semakin mengeras dan bayi anda menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk tetapi fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minngu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi.

Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, mungkin anda dapat memulai mendengarkan lagu yang ringan dan juga anda dapat mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin anda akan merasakan kalau bayi anda menganggukan kepala.

Otak bayi anda sudah berkembang semakin baik dan sudah mulai dapat berpikir, mungkin anda pun berpikir hal apakah yang dipikirkan bayi dalam kandungan? tetapi tetap disarankan untuk berbagi cerita, kebahagian, musik atau apapun dengan bayi anda. Bagaimanapun setiap anda bercerita atau suami anda menyanyi bayi anda sudah mulai bisa mengenalinya karena jaringan ditelinganya mendekati sempurna. Bayi mungil anda mulai belajar bernafas walaupun dalam air, paru-parunya berlanjut berkembang untuk mempersiapkan bayi bernafas ketika sudah lahir.Kelopak matanya sudah mulai belajar membuka dan retina matanya telah terbentuk.

Bagian mata bayi anda semakin sempurna karena bulu mata dan alis matanya telah terbentuk jelas begitu pula dengan matanya yang telah terbentuk sempurna. Tubuh bayi anda semakin baik dengan mulai berkembangnya jaringan lemak dibawah kulit dan volume tulang yang semakin kuat dan berisi.

Pada akhir bulan-7 ini berat rata-rata bayi anda adalah 1100-1200 gram dengan tinggi kurang lebih 38 cm.

posted under Kehamilan | No Comments »

Mengoptimalkan motorik anak usia 0-12 bulan

July14

 
Perkembangan motorik adalah suatu proses tumbuh kembang dan kemampuan gerak seorang anak. Secara umum, perkembangan motor dibagi menjadi dua yaitu motor kasar dan motor halus.

Motor kasar merupakan bagian dari aktivitas motor yang melibatkan keterampilan otot-otot besar, seperti tengkurep, duduk, merangkak, dan mengangkat leher. Gerakan ini terjadi pada tahun pertama usia anak.

Motor halus merupakan aktivitas keterampilan yang melibatkan gerakan otot-otot kecil. Menggambar, meronce manik-manik, menulis dan makan adalah contoh beberapa gerakan motor halus. Kemampuan motor halus ini berkembang setelah kemampuan motor kasar si kecil berkembang.

A. Usia 0-3 bulan
- Refleks Menggenggam
- Refleks Leher
- Rooting Reflex, jika pipi bayi disentuh oleh jari dia akan menoleh ke arah stimulus dan mulut terbuka.
- Refleks Moro, apabila bayi dikagetkan secara tiba-tiba, bayi akan melakukan gerakan refleks,yaitu melengkungkan badan (punggung) dan mendongakkan kepalanya ke arah belakang. Biasanya diikuti oleh tangisan yang keras. Refleks moro akan hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Rangsangan:
- Tangan dan kaki bergerak aktif
- Membaringkan bayi dalam posisi tengkurep maka bayi akan mengangkat kepalanya.
- Dalam posisi tengkurep bayi dapat mengangkat dada (3bln+)
- Panggil namanya atau bertepuk tangan sambil tersenyum padanya.

B. Usia 4-6bln
- Usia 4 bulan bayi sudah dapat tengkurep dan terlentang, menumpu badan pada kaki, serta dada terangkat  menumpu pada lengan.
- Usia 5 bulan Otot leher dan tangan bayi sudah semakin menguat. Ketika diletakkan terlentang, ia menggunakan tangannya untuk mendorong dan berguling membalikkan badannya. ia juga sering menendang, menggeserkan kaki atau mendorong-dorongkan kakinya. Otot leher dan punggung pun akan semakin kuat.
- Usia 6 bulan, bayi akan mulai senang melempar dan menjatuhkan mainan atau benda-benda yang ada disekitarnya.

Rangsangan:
- Sering meletakkan bayi dalam posisi tengkurep atau terlentang sehingga ia akan terangsang untuk membalikkan badannya.
- Menumpu pada kaki bila bila dipegang pada ketiak (diberdirikan).
- Melempar atau menjatuhkan bedna-benda yang dapat dipeganggnya.
- Bila sedang duduk sendiri tanpa pegangan, beri dia mainan plastik yang dapat digenggam, dipegang dan dijatuhkan.
- Dudukkan anak pada pangkuan dengan menghadap keluar dan bersender pada perut anda, lalu pegang mainan yang membuat dia tertarik untuk meraihnya, jauhkan si kecil sedikit demi sedikin sampai dia tidak bersandar lagi.

C. Usia 7-9bln
- Usia 7 bln, bayi mulai senang mengangkat dan menurunkan bokong serta punggungnya.
- Usia 8 bln, bayi mulai merangkak dan mengesot sepanjang lantai. Selain itu otot bahunya sudah lebih menguat, sehingga dia sudah dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Pada bulan ini juga si bayi sudah mulai dapat menarik tubuhnya ke posisi berdiri.
- Usia 9 bln, keterampilan berjalan akan lebih pintar. Jika anda memegang kedua tangannya ia akan berlatih menapakkan serta melangkahkan kedua kakinya. Seiring dengan latihan jalannya bayi juga semakin”aksi” memperlihatkan kepandaian merangkak yang sudah ditunjukkan di usianya yang ke 8

Rangsangan:
- Sering-seringlah ia diberdirikan di pangkuan Anda. Akan melatih kekuatan kakinya untuk menahan berat badannya.
- Pegang kedua pinggang bayi dan gerakkan tubuhnya ke kanan da ke kiri untuk melatihnya berdiri.
- Letakkan mainan di lantai dan mainkan mainan tersebut agar si kecil tertarik untuk mengambilnya. Si kecil akan berusaha mendapatkan bola tersebut dengan cara merangkak.
- Sering-seringlah melatih si kecil jalan denga ncara memegang kedua tangannya lalu biarkan ia melangkahkan akkinya selangkah demi selangkah dan bimbing ke suatu tempat.

D. Usia 10-12 bulan
- Di usia 10 bulan bayi sudah dapat duduk tanpa bantuan.
- Di usia 11 bulan bayi sudah dapat berdiri sendiri tanpa bantuan selama kurang lebih 2 detik.
- Di usia 12 bulan sebagian bayi sudah siap untuk jalan walau kelihatan masih limbung.

Rangsangan:
- Dudukan bayi dipermukaan lantau atau kasur, dan biarkan ia mencoba sendiri untuk berdiri atau bangkit untuk kemudian duduk sendiri. Mulai mampu memanjat ketinggian 15-30 cm.
- Dudukkan bayi dipermukaan lantai dan beri mainan yang disukainya. Ambil mainan tersebut danletakkan di tempat yang lebih tinggi. usahakan ia melihat mainan tersebut dipindahkan dan katakan “ambil nak” sambil menepuk-nepuk tempat itu. Anak akan berusaha meraih mainan tersebut dan merambat, lalu mamanjat tempat tinggi.
- Berdirilah dengan pasangan Anda dengan jarak beberapa langkah. Biarkan si anak melangkah menuju pasangan Anda dengan diikuti dibelakangnya.

 

posted under Bayi | 7 Comments »

Mempelajari tangisan bayi

July9

Ketika seorang bayi menangis, pasti ibu pasti akan menyorongkan payudaranya atau menggendongnya.
Tapi, pada saat dua hal itu sudah dilakukan, dan si kecil masih saja menangis, barulah ibu bingung.
Untuk itu ibu perlu tahu dan mempelajari arti dari tangisan bayi tersebut.

 Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Tak heran, bayi menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini. Dalam buku Your Child’s Body Language, Dr. Richard Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya.

Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara mengatasinya.

Tangisan Aku Ingin Menyusu:
Bayi akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya biasanya berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikians seterusnya. Mengatasinya, susui dia hingga kenyang. Atau, jangan-jangan sudah waktunya makan?

Tangisan Popokku Kotor:
Bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak dari rasa tidak nyaman. Tangisan pengumumam popokku kotor biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya. Mengatasinya, segera periksa popoknya. Ia barangkali memerlukan popok yang baru.

Tangisan Badan Bayi Sakit:
Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi. Jalan keluar, cobalah temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang. Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya. Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.

Tangisan Aku Bosan:
Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menagis seperti ini selama ia merasa bosan. Mengatasinya, ganti aktivitasnya. Misal, temani dia bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.

Tangisan minta gendong:
Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta wajahnya. Mengatasinya, ayunlah ia perlahan-lahan sampai akhirnya ia jatuh tertidur.

Tangisan kesepian:
Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan
terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah. Mengatasinya, luangkan waktu bersamanya paling tidak sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan anda bersamanya di sisi Anda.

Itulah beberapa ciri tangisan bayi. Kini sudah tahu rahasianya, kan? Jadi, jangan langsung nyorongkan payudara lagi, ya?

 

posted under Bayi | No Comments »
« Older EntriesNewer Entries »